MONEY POLITIK, BIKIN KAPOK..??

Posted: April 14, 2009 in Budaya Politik, iklan politik,kepemimpinan,pemilu,otonomi daerah, kampanye
Tags: , , ,

Pemilu legislatif 9 April 2009 telah berlangsung dengan baik, banyak hal yang tersisa dari pemilu ini, dari kesemrawutan DPT sampai beragam tingkah laku politik diperagakan termasuk money politik yang dilakukan caleg yang mau mencari jalan pintas menuju kursi Dewan, namun money politik juga membawa keburukan dan bikin kapok caleg, pasalnya pemilih sekarang sudah menunjukkan kecerdasannya.

Minggu tenang menjelang pemilu telah dijadikan waktu yang tepat bagi caleg yang mau menggunakan jalan pintas guna menarik minat pemilih untuk mencontrengnya dengan memberikan sejumlah uang, namun kenyataannya perolehan suara yang diharapkan tak kunjung didapat di daerah pemilihannya yang sudah dilakukan “serangan fajar”, apa yang terjadi ?..

Ternyata, dengan memberikan sejumlah uang kepada pemilih tidak dapat menambah perolehan suara sang Caleg, karena pemilih tidak menyenangi mereka sebagai bentuk hukuman ,uang sebagai money politik telah diterima pemilih, namun mereka tetap pada Partai politik dan Caleg yang dinilainya mampu membawa kemajuan bagi mereka.

Tidak hanya dengan uang, adakalanya partai politik dan Caleg membagi-bagikan kain, seperangkat baju dan lainnya kepada pemilih yang dinilai partai politik dan caleg dapat mempengaruhi pilihannya nanti, kenyataan berbicara lain pemilih telah memiliki kecerdasan, pemilih mengatakan, “terima saja uangnya, masalah pilihan kita siapa yang tahu dibilik suara”, ada juga yang mengatakan, “ambil saja uangnya dan jangan dipilih, karena telah berani membeli kita, harga rakyat terlalu mahal saat pemilu ini, sebab kita dapat menjadikan mereka duduk-tidaknya di kursi Dewan“.

Kalau perilaku pemilih ini kita analisis, maka dapatlah dinilai bahwa pemilih ini telah independent terbebas dari intervensi melalui money politik dan black campaign lainnya, pemilih bahkan merasa tersinggung dengan pemberian sejumlah uang kepada mereka, namun tidak diungkapkan ketika itu juga, mereka berpikir “kemana selama ini, kok hanya ketika mau pemilu rakyat di “Raja”kan, dan dengan segala cara menarik perhatian kita, mau disogok lagi”, Rakyat menghukum dan memberi penghargaan ketika musim pemilu.

Kita menilai alangkah sialnya Caleg itu sudah habis uang buat “serangan fajar” katanya..!!., tapi malah membuahkan hilangnya rasa simpati terhadap Caleg yang menghalalkan segala cara demi menuju “kursi Dewan”. Tidak semestinya caleg menghamburkan uangnya mengggunakan money politik, yang perlu dilakukan adalah mendapatkan perhatian rakyat melalui unjuk kinerja bagi incumbent dan menampilkan sosok pemimpin ideal bagi pendatang baru dengan membawa visi misi dan program yang dapat dirasakan rakyat manfaatnya.

Kita yakin rakyat sekarang telah cerdas dan cukup dewasa dalam berdemokrasi, dapat menilai dengan baik Caleg dan partai politik yang akan diberikan hukuman dan penghargaan darinya dibilik suara, nyatanya kita telah dapat melihat hasil pemilu versi quick count, itulah realita suara rakyat..control rakyat dalam money politik…uang diterima tapi jangan harap memilih anda..

Comments are closed.