Pemilu legislatif yang jatuh pada kamis ini 9 April 2009 terancam dengan peningkatan Golongan putih (golput), pasalnya ada banyak hal yang memicu peningkatan golput ini dibanding pada pemilu tahun – tahun lalu.

Peningkatan golput ini sangat buruk bagi perkembangan kehidupan demokrasi di Negara tercinta ini, karena berkurangnya pemilih yang ikut menggunakan hak pilihnya akan berpengaruh terhadap perolehan suara calon legislatif yang juga berpengaruh pada perolehan suara partai politik.

Ancaman peningkatan golput ini dipicu oleh beberapa hal yang mengkondisi di masa sekarang, hal tersebut adalah ;

1.      Buruknya kinerja Legislator.

Buruknya kinerja lembaga legislatif telah memicu para pemilih enggan untuk menggunakan hak pilihnya, karena kondisi yang tidak kunjung membaik sehingga pemilih berpikiran “dengan memilih cuma akan menjadikan orang lain mendapatkan pekerjaan dengan penghidupan yang layak” tanpa memikirkan bagaimana mencari solusi atas permasalahan yang mengkondisi demi kehidupan masyarakat yang lebih baik.

2.   Menurunnya tingkat kepercayaan pemilih.

Menurunnya tingkat kepercayaan pemilih terhadap badan legislatif yang dipicu kasus-kasus yang merusak citra legislator itu sendiri, kasus korupsi yang melilitnya dan tingkat kepedulian wakil rakyat ketika sidang banyak yang tidur, “bagaimana mau mencari solusi masalah rakyat, kalau wakilnya sering tidur waktu sidang”, mengutip lagu Iwan fals “Wakil rakyat seharusnya merakyat, jangan tidur waktu sidang soal rakyat”.

3.   Tidak Validnya DPT.

Ketidak validan DPT juga ikut menyumbang peningkatan golput di pemilu 2009, masih adanya pemilih yang tidak terdaftar sehingga tidak mendapatkan surat undangan untuk memilih pada 9 April 2009 nanti, memang masalah data di Negara kita merupakan masalah yang paling sulit diselesaikan, so, yang terpikir oleh kita adalah akan sangat rugi bagi sang caleg atau partai politik yang kebetulan massa pendukungnya tidak  terdaftar pada DPT atau tidak dapat menggunakan hak pilihnya, sehingga perolehan suaranya akan berkurang.

4.   Adanya pemilih yang belum tahu tatacara memilih.

Seberapa suksesnya sosialisasi tata cara memilih yang dilakukan selama ini, karena ini juga akan memicu peningkatan angka golput, pasalnya pemilih yang belum tahu akan enggan datang ke TPS karena malu karena ketidak tahuannya, “untuk apa datang ke TPS, nanti cara memilih saya juga dianggap tidak sah”, belum lagi seberapa banyak angka buta aksara kita.

5.   Hari pemilu berdekatan dengan hari libur.

Pemilu legislatif tahun 2009 ini jatuh pada hari kamis 9 April 2009 ditetapkan sebagai hari libur nasional, sedangkan pada Jum’at 10 April 2009 merupakan hari libur nasional (peringatan wafatnya Yesus), sabtu dan minggu juga libur,so kemungkinan banyaknya pemilih yang golput juga dipicu dari penetapan hari pelaksanaan pemilu ini yang memberi peluang liburan yang cukup panjang bagi para pekerja, sehingga mereka dapat menikmati liburan sampai minggu sore untuk kembali masuk kerja pada seninnya.

Dari beberapa pemicu meningkatnya angka golput  ini akan sangat merugikan keberlangsungan kehidupan demokrasi di Negara kita terutama bagi Caleg dan Partai politik yang massanya menjadi golput, solusinya, Pertama, dari pemicu angka golput ini dapat dicarikan solusi yang tepat dengan mengajak Media Massa dan Pemerintah daerah untuk ikut menghimbau dan mengajak masyarakatnya untuk ikut mensukseskan pemilu 2009 ini dengan menggunakan hak pilihnya, karena suara anda menentukan masa depan, Kedua, seberapa jauh Caleg dan Partai politik dapat meyakinkan massanya agar ikut pemilu dengan mencontrengnya pada masa kampanye lalu, Ketiga, seberapa banyak pemilih yang merasa harus ikut memilih (No-golput) karena harus mendukung Caleg dan Partai politik pavoritenya sebagai Reward, sebaliknya tidak memilih caleg dan partai politik dengan menolak mencontrengnya sebagai Funishments.

Tentang pemilih dengan Rewards and Funishmentnya akan diposting mendatang..anda punya pendapat lain seputar golput ini?..silahkan komentar anda disini…

Comments are closed.