MENGUNGKAP MISTERI KEPEMIMPINAN

Posted: April 7, 2009 in Budaya Politik, iklan politik,kepemimpinan,pemilu,otonomi daerah, PUBLIK RELATION
Tags: ,

Pola pikir seorang Pemimpin tidaklah sama dengan pola pikir orang pada umumnya, pasalnya pemimpin mempunyai pola pikir yang beda dalam mendapatkan dukungan dan kerjasama dari orang lain guna mencapai keberhasilan tingkat tinggi, untuk mencapainya diperlukan Kemampuan memimpin.

Kemampuan memimpin ini erat kaitannya dengan membuat orang lain mau mengerjakan pekerjaan yang diinginkannya, artinya mendapatkan dukungan dari bawahannya dengan tidak menganggapnya bawahan tapi rekan kerja dalam menuju kesuksesan sebagai SANG PEMIMPIN.

Pada posting ini kita akan mengungkapkan POLA PIKIR KHUSUS yang diterapkan Pemimpin, pola khusus ini menyebabkan orang lain mau mengerjakan hal-hal untuk kita dikantor, dilingkungan, dirumah kita bahkan dimanapun kita berada.

Seperti apa pola pikir itu? tenang, kita sampaikan dengan sangat gamblang, agar kita semua dapat mempraktekkannya dalam kehidupan kita sehari-hari, pola pikir itu sebagai berikut ;

1. Mempelajari orang yang akan dipengaruhi.

Untuk apa mempelajari orang yang akan dipengaruhi? tentu saja untuk mengetahui apa yang diinginkannya, karena dari keinginan mereka merupakan keinginan kita. banyak Politisi kalah dalam pemilu karena lalai memandang diri mereka melalui pikiran sipemilih, ada politisi yang kalah dengan perbedaan perolehan suara yang sangat mencolok, mengapa hal ini terjadi? hanya satu alasan, karena politisi itu menggunakan kata-kata yang hanya dimengerti oleh sedikit sipemilih, sebaliknya, lawannya berpikir sesuai dengan kepentingan sipemilih, ketika berbicara dengan petani, ia menggunakan bahasa petani, ketika berbicara dengan buruh, ia berbicara dengan bahasa buruh, ingatlah “Masuk kandang harimau-mengaumlah, masuk kandang kucing-mengeonglah”.

2. Selalu menilai sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Tidak seorangpun didunia ini yang peduli terhadap keinginan orang lain, dia lebih peduli dengan keinginannya daripada bencana besar yang telah menimpa dunia, “mereka lebih peduli dengan sakit giginya daripada krisis ekonomi yang melanda dunia”. So, bila berurusan dengan manusia, maka berpikirlah dari sudut pandang orang itu, apa keuntungan baginya agar mau berbuat, maka disitulah terletak keinginan kita, lakukan itu dengan cara yang paling “manusiawi”.

3. Perlakukan dengan lemah-lembut.

Siapapun yang akan kita pengaruhi, maka perlakukan mereka dengan lemah lembut, lemah-lembut merupakan inti dari kewibawaan, dengan lemah-lembut akan mendapatkan kerjasama dari mereka dalam mengerjakan hal-hal yang kita inginkan dari mereka.

4. Selalu berbicara benar.

Selalulah berkata benar, tidak ada dusta yang terucap, maka orang-orang akan memberikan penghargaan sebagai “orang yang dapat dipercaya” dari penghargaan ini, mereka mengatakan andalah orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan ini. seperti inilah yang cocok untuk memimpin.

5. Meluangkan waktu untuk menilai diri sendiri.

Formula para pemimpin ini adalah mengevaluasi apa yang telah dilakukan, apa yang kurang menarik minat, mendorong motivasi, bagaimana selanjutnya, hal ini dilakukan dengan menyendiri, merenung dan berbicaralah pada diri sendiri, “berdialog dengan diri sendiri akan menghasilkan peningkatan motivasi untuk maju”. berpikir maju, percaya akan kemajuan dan mendesak untuk maju, yang penting bukanlah dimana anda berada dahulu atau sekarang, melainkan kemana anda ingin tiba.

Inilah misteri kepemimpinan, siapa saja yang dapat menerapkannya, maka ia akan memimpin dan menonjolkan diri dari orang-orang sekitarnya, bukan oleh dirinya, tetapi diminta dengan sendirinya oleh orang sekitar anda.

Bagaimana anda siap menerapkannya?….atau sudah menerapkannya?..

Comments are closed.