MEMBIASAKAN DIRI DENGAN KEBIASAAN PEMIMPIN

Posted: April 4, 2009 in Budaya Politik, PUBLIK RELATION
Tags: , ,

Menjadi Pemimpin merupakan posisi yang paling didambakan setiap orang. Pemimpin sering kali melibatkan pengubahan sikap dan tingkah laku bawahan, karena itu biasakan diri anda dengan kebiasaan sang pemimpin, So, ketika anda memimpin anda tidak lagi canggung dan berubah sikap hanya ketika memimpin.

Kebiasaan sang pemimpin bermanfaat bagi siapapun, walaupun anda belum memiliki bawahan, namun paling tidak andalah pemimpin diri sendiri, jadi apa salahnya membiasakan diri dengan kebiasaan sang pemimpin.

Apa saja yang menjadi kebiasaan sang pemimpin ? sederhana saja, hal yang mudah dilakukan, namun sangat jarang diantara kita yang bersedia melaksanakannya. Kebiasaan itu sebagai berikut ;

  • Menyapa dengan sapaan yang ramah.

Akrabkan hubungan anda dengan teman sejawat, sapalah dengan ramah akan membuat suasana menjadi hangat, cara ini membuahkan persahabatan, sebutlah namanya, karena nama merupakan “irama” yang terindah dalam bahasa apapun bagi orang tersebut.

  • Tersenyumlah.

Orang yang tersenyum mampu meredakan ketegangan, dengan senyum dapat mencairkan     suasana yang beku, karena ekpresi yang terpantul dari seraut wajah lebih penting daripada pakaian yang kenakannya. “senyum itu ibadah”.

  • Berilah penghargaan dengan tulus.

Penghargaan yang tulus akan membangkitkan motivasi dan kerjasama yang baik, sebab penghargaan yang tulus merupakan rahasia berurusan dengan manusia.

  • Kalau melakukan kesalahan, akuilah dengan simpatik.

Tidak ada orang yang selalu benar dalam bertindak, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, ketika anda tahu itu kesalahan-akuilah, katakan “saya telah melakukan kesalahan dan akan segera saya perbaiki, dimasa mendatang tidak akan terulangi”. Buatlah kesalahan yang terjadi itu mudah untuk diperbaiki.

  • Selalu menilai sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Tidak seorangpun didunia ini yang peduli terhadap keinginan orang lain, dia lebih peduli dengan keinginannya daripada bencana besar yang telah menimpa dunia, “mereka lebih peduli dengan sakit giginya daripada krisis ekonomi yang melanda dunia”. So, bila berurusan dengan manusia, maka berpikirlah dari sudut pandang orang itu, apa keuntungan baginya agar mau berbuat, maka disitulah terletak keinginan kita.

  • Menilai diri sendiri.

Kebiasaan para pemimpin adalah mengevaluasi apa yang telah dilakukan, apa yang kurang menarik minat, mendorong motivasi, bagaimana selanjutnya, hal ini dilakukan dengan menyendiri, merenung dan berbicaralah pada diri sendiri, “berdialog dengan diri sendiri akan menghasilkan peningkatan motivasi untuk maju”.

  • Biasakan berbicara benar.

Membiasakan diri berkata benar, tidak ada dusta yang terucap, maka orang-orang akan memberikan penghargaan sebagai “orang yang dapat dipercaya”, alangkah bahagianya mempunyai teman, sahabat yang dapat dipercaya, perkataannya tak perlu diragukan kebenarannya. Kepercayaan merupakan modal besar dalam kehidupan, sebagai politikus, public relation atau apapun profesi anda.

Dari kebiasaan ini akan terbentuk karakter yang mampu berinteraksi dengan baik dalam pergaulan dan akan disambut dengan hangat dimanapun anda berada, apapun profesi anda, lihatlah betapa mereka merindukan kehadiran anda. anda akan tercengang melihat betapa semua itu menghangatkan persahabatan yang akan muncul…

Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda membiasakannya?…

Comments are closed.