MENCARI KUALITAS PEMIMPIN

Posted: March 7, 2009 in iklan politik,kepemimpinan,pemilu,otonomi daerah
Tags: , ,

Pada pemilihan umum (pemilu) 9 April 2009 nanti, sebagai rakyat kita harus memilih Pemimpin. Pemimpin yang mewakili kita dilembaga legislative. Pemimpin yang membawa kita dalam lima tahun kedepan, tentunya hanya Pemimpin yang berkualitas yang mampu dan sanggup melakukannya.

Rakyat sebagai pemegang hak pilih. Sangat penting peranannya dalam melahirkan type pemimpin, karena kesalahan dalam menentukan pilihan akan melahirkan pemimpin yang tidak sesuai dengan keinginan rakyat, untuk itu dari sekarang hendaknya rakyat memahami tingkah laku serta motivasi dari setiap kandidat, sehingga dapat menghasilkan sosok Pemimpin yang berkualitas serta bermoral tinggi.

Gabriel V. dalam bukunya “Implementation : The Problem of achieving Results”, mengemukakan bahwa ada 5 syarat atau faktor yang mempengaruhi penyelenggaraan Pemerintahan yaitu keuangan, manajemen organisasi, teknologi, support dan kepemimpinan.

Faktor kepemimpinan ini yang akan dibahas lebih jauh, karena peranan Pemimpin sangat besar dalam penentuan keberhasilan penyelenggaraan Pemerintahan. seorang Pemimpin yang baik adalah Pemimpin yang memiliki ciri-ciri bijaksana, pandai, hadir melayani, mampu bekerja sama, mendengarkan, memiliki Visi-misi dan Program kerjanya, tidak otoriter melainkan membangun dialog dengan masyarakat yang diayominya.

Visi-misi dan program kerja yang selalu disosialisasikan kepada masyarakat lewat media massa dan media tradisional seperti spanduk, baliho, leaflet dan selebaran yang dikemas dalam Iklan Politik dan Political Public Relation. Besarnya peranan Pemimpin dalam penentuan keberhasilan penyelenggaraan Pemerintahan mengharuskan kita mencari kualitas Pemimpin dalam Pemilu 2009 ini, dalam mencari kualitas pemimpin tersebut kita harus melihat dan menelaah 3 dimensi ;

Pertama,Dimensi Kondisi Wilayah-Daerah. ada beberapa tantangan dan permasalahan yang mengkondisi diwilayah-daerah yang patut menjadi perhatian diantaranya, Masalah Tataruang. Dalam Masalah tataruang ini, Penulis menyorot persoalan tataletak dan penempatan lokasi/daerah strategis yang ditetapkan, sehingga tidak tampak carut marut, lokasi komersial, baik berskala besar maupun kecil, lokasi penduduk baik perumahan besar (Kondominium) maupun perumahan kecil. daerah Industri baik besar (Industrial estate) maupun industri kecil (Cemical) serta daerah perkantoran Pemerintahan dan sarana Prasarana umum Pelayanan kebutuhan dasar masyarakat, carut marutnya tata ruang akan berakibat fatal pada ekosistem dan tata pengendalian air dimusim hujan, hal ini harus segera diatur dengan tegas dalam Peraturan yang disertai Juklak dan Juknisnya, sejauhmana Visi-Misi Kandidat mengakomodirnya?

Masalah Masyarakat Miskin. Masyarakat miskin menjadi masalah yang harus segera mendapatkan penanganan yang serius, ada baiknya dengan system Jaminan Sosial yaitu suatu program terpadu dengan data yang akurat dan valid terhadap penduduk miskin, jaminan sosial ini dapat dilakukan dengan penjaminan sosial kesehatan, pendidikan gratis bagi anak-anaknya dan program pengentasan kemiskinan dengan tetap pada prinsip pemberdayaan masyarakat “Jangan memberi ikan, tetapi berilah kail”.

Masalah Tenaga Kerja. masalah tenaga kerja sekaligus tantangan, karena tenaga kerja menjadi masalah sekaligus potensi, pengembangan dan pemberdayaan tenaga kerja yang tepat sasaran akan menghasilkan potensi besar dalam pengembangan pembangunan, sebaliknya tenaga kerja bisa menjadi hambatan pembangunan bila tidak ditangani dengan baik.

Masalah Pajak dan retribusi. pajak dan retribusi merupakan isu yang patut menjadi perhatian Kandidat, peningkatan pendapatan melalui sektor ini menjadikan Pemerintah lebih sanggup memenuhi kebutuhan rumah tangganya, tarif pajak & retribusi dapat menggairahkan Investor, sebaliknya pajak & retribusi yang tinggi serta administrasi birokrasi yang berbelit-belit dapat membuat investor keluar, namun besarnya pendapatan tidak serta merta meningkatkan volume pembangunan, manakala tidak diiringi dengan efisiensi dan efektifitas Organisasi.

Kedua, Dimensi teknis per-UU-an. mencari kualitas pemimpin dari teknis perundang-undangan, berarti kita harus merujuk pada peraturan perundang-undangan yang mengaturnya, dalam hal ini UU nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilihan umum anggota Dewan perwakilan rakyat, Dewan Perwakilan daerah dan Dewan perwakilan rakyat daerah. Kualitas pemimpin yang dituntut oleh undang-undang seyogyanya tidak boleh diabaikan dan harus dipergunakan dalam mengukur kapasitas kepemimpinan. Dalam hal ini kita harus menilai kualitas pemimpin dengan mengukur bagaimana kadar ketaqwaannya, kejujurannya, kewibawaannya, kecerdasannya, keterampilannya, kearifannya, pengayomannya dan komitmennya terhadap pembangunan.

Ketiga, Dimensi Etika Pemerintahan. Dari dimensi etika Pemerintahan, harus pula dicari antara lain bagaimana kadar moralnya, karakternya, wataknya, perangainya, tabiatnya dalam memimpin dan memerintah orang yang menjadi bawahannya. Dengan demikian, bila kualitas itu terpenuhi oleh Kandidat, maka sebenarnya tidaklah relevan lagi membicarakan darimana asalnya ataupun usianya, apakah putra daerah atau pendatang, ulama atau umat. mengenai dapatkah dicari ?, penulis pikir kita tidak kekurangan tokoh.

Bagaimana? Anda ada sudut pandang lain, mari kita diskusikan.. Mengenai ciri-ciri pemimpin yang ideal, guna menilai dan mencari kualitas pemimpin…. akan diposting berikutnya….

Comments are closed.