Setelah berlangsungnya pemilu legislatif kamis 9 April yang lalu, terdapat 2 kelompok besar paling tidak, pertama kelompok yang sukses melenggang ke kursi legislator, kedua, kelompok yang belum beruntung meraihnya dan masih berada pada level yang terpimpin, namun kenyataan ini janganlah menjadikannya sebagai suatu yang terlalu dirisaukan, pasalnya memang kali ini belum mendapatkan kepercayaan dari rakyat.

Menyikapi kekalahan kali ini, hendaknya kita harus menjadikannya sebagai sebuah koreksi rakyat atas visi misi dan program yang tawarkan, kan jualan program untuk rakyat jadikan kekalahan sebagai permulaan menuju kemenangan, tidaklah mungkin mencapai sebuah kesuksesan yang besar tanpa menjumpai perlawanan, kesukaran dan kemunduran, adalah mungkin untuk menggunakan kemunduran sebagai pendorong kemajuan…Rahasia kemajuan adalah selamatkan dari kemunduran.

Ketika kemunduran mengenai diri kita, kita menjadi emosional, sehingga lupa untuk mengambil pelajaran dari kejadian itu, padahal setiap kejadian dan kegagalan yang menimpa kita mengandung pembelajaran yang sangat berharga bagi kita, sebab dari situ kita bisa mendapatkan pengembangan diri yang lebih baik dari sebelumnya. Kita dapat mengubah kemunduran dan kekalahan menjadi sebuah kemenangan, cari pelajarannya, terapkan, kemudian ingatlah kekalahan itu dan tersenyumlah.

So, putuskan sekarang untuk menyelematkan sesuatunya dari kemunduran, bila semuanya masih tampak berjalan dengan keliru, tenanglah dan cari tahu apa penyebab kesulitan itu, dengan begitu kita telah terhindar dari kesalahan untuk kedua kalinya, mereka yang belajar dari kesalahan akan memperoleh kekuatan darinya.

Masih ingat dengan posting terdahulu “kebiasaan sang pemimpin”, bila anda telah membacanya, tentunya anda akan tahu tindakan selanjutnya?…..ya, kita harus berunding dengan diri kita sendiri, menyendiri, mengkritik diri dengan konstruktif, perbuatan ini akan membantu anda mengembangkan kekuatan diri dan efisiensi yang diperlukan mencapai kesuksesan, menyalahkan orang lain hanyalah merusak saja, anda tidak memperoleh apapun dengan membuktikan bahwa orang lain salah.

Memang manusia makhluk aneh, kita cepat menerima penghargaan penuh untuk sebuah kemenangan, ketika kita menang, kita ingin dunia tahu tentang kemegahan kita, hal ini wajar untuk menginginkan orang lain memandang kearah anda dan mengatakan, ini dia orang yang dengan sukses melenggang ke kursi legislator.

Memang ada benarnya didunia yang kompleks ini orang lain bisa merugikan kita, tetapi juga benar bahwa lebih sering lagi kita yang merugikan diri kita sendiri, penyebabnya?..kesalahan pribadi, perilaku yang tidak diterima lingkungan, kurang menjalin hubungan dengan cara yang paling manusiawi.

Biasakanlah mencapai sukses dengan cara ini, anda ingin sukses secara manusiawi, OBJEKTIF-lah, lihatlah diri anda dari sudut pandang orang lain yang tidak memihak dalam memandang situasinya, anda akan menemukan kelemahan anda yang tidak disadari selama ini, koreksilah, perbaiki, banyak orang yang lalai memperbaikinya, sehingga terhanyut dalam dirinya sendiri, “ingatlah anda dinilai oleh orang lain”.

Adakalanya kita menyalahkan nasib untuk sebuah kekalahan, “ah.. belum nasib, mungkin sudah takdir”, berhentilah dari pola pikir ini, buka pikiran anda,  segala sesuatu tidak bergerak kesuatu arah tanpa sebab, lihatlah bola yang ditendang ketembok, pantulan bola dari tembok ditentukan oleh bagaimana bentuk bolanya, bentuk permukaan tembok dan CARA menendang bola itu, dari kejadian bola itu dapat ditarik pelajaran.

Caleg yang kalah dapat memperoleh kemenangannya dipemilu mendatang, melalui beberapa cara, yang jelas, telah mempunyai massa, berapapun jumlahnya, dari massa ini dapat terus dibina agar tetap terhubung dengan anda, gunakan peran Public relations, berikut  beberapa saran yang dapat digunakan ;

  • Bukalah stand informasi atas nama anda “nama anda Center”.

stand ini sangat berguna bagi massa anda sebagai saluran komunikasi dan mendapatkan informasi tentang anda, juga berguna untuk mendekatkan anda dengan massa anda, inilah bentuk perhatian anda pada mereka, saluran informasi dan komunikasi.

  • Gunakan waktu berkunjung ke komunitas.

Ketika ada waktu luang, berkunjunglah ke komunitas, kelompok tani, nelayan, pedagang pasar, anak jalanan, persatuan ojek, hal ini berguna untuk menyerap aspirasi mereka dan mendekatkan mereka secara emosional dengan anda, yang terpenting mereka “mengenal” anda.

  • Gunakan kekuatan Media Massa.

Media massa merupakan saluran yang efektif untuk digunakan, untuk menghemat pengeluaran anda, gunakan media lokal ketika anda melonching stand informasi, acara amal anda, gerak jalan sehat dan bentuk kepedulian anda pada masyarakat, hal ini berguna membentuk “image” anda.

  • Peduli persoalan rakyat.

Ketika rakyat mendapatkan masalah, atau keadaan musibah, jadilah anda yang “pertama” meresponnya, paling tidak datanglah ketika ada kemalangan, komunitas yang sering anda kunjungi mendapat musibah berbela sungkawalah, kedatangan anda menjadi pelipur lara bagi mereka.

  • Hari besar agama, lakukan open house.

Jalinlah silaturahmi dengan massa anda, open house dirumah anda ketika hari besar agama, akan meningkatkan citra anda sebagai sang pemimpin yang terbuka, ingat bangunlah citra “andalah yang paling tepat” dalam masalah yang mengkondisi di daerah anda.

Sedikit saran ini dapat berguna bagi anda, kita tahu anda past lebih kreatif dan tahu cara yang lebih merakyat dan manusiawi dalam menangani dan berurusan dengan manusia, terapkan, dan rebutlah simpati rakyat, niscaya andalah PEMENANG dikompetisi mendatang, percayalah anda mampu melakukannya dengan lebih baik, percayalah maka anda akan berhasil.

Pemilu legislatif 9 April 2009 telah berlangsung dengan baik, banyak hal yang tersisa dari pemilu ini, dari kesemrawutan DPT sampai beragam tingkah laku politik diperagakan termasuk money politik yang dilakukan caleg yang mau mencari jalan pintas menuju kursi Dewan, namun money politik juga membawa keburukan dan bikin kapok caleg, pasalnya pemilih sekarang sudah menunjukkan kecerdasannya.

Minggu tenang menjelang pemilu telah dijadikan waktu yang tepat bagi caleg yang mau menggunakan jalan pintas guna menarik minat pemilih untuk mencontrengnya dengan memberikan sejumlah uang, namun kenyataannya perolehan suara yang diharapkan tak kunjung didapat di daerah pemilihannya yang sudah dilakukan “serangan fajar”, apa yang terjadi ?..

Ternyata, dengan memberikan sejumlah uang kepada pemilih tidak dapat menambah perolehan suara sang Caleg, karena pemilih tidak menyenangi mereka sebagai bentuk hukuman ,uang sebagai money politik telah diterima pemilih, namun mereka tetap pada Partai politik dan Caleg yang dinilainya mampu membawa kemajuan bagi mereka.

Tidak hanya dengan uang, adakalanya partai politik dan Caleg membagi-bagikan kain, seperangkat baju dan lainnya kepada pemilih yang dinilai partai politik dan caleg dapat mempengaruhi pilihannya nanti, kenyataan berbicara lain pemilih telah memiliki kecerdasan, pemilih mengatakan, “terima saja uangnya, masalah pilihan kita siapa yang tahu dibilik suara”, ada juga yang mengatakan, “ambil saja uangnya dan jangan dipilih, karena telah berani membeli kita, harga rakyat terlalu mahal saat pemilu ini, sebab kita dapat menjadikan mereka duduk-tidaknya di kursi Dewan“.

Kalau perilaku pemilih ini kita analisis, maka dapatlah dinilai bahwa pemilih ini telah independent terbebas dari intervensi melalui money politik dan black campaign lainnya, pemilih bahkan merasa tersinggung dengan pemberian sejumlah uang kepada mereka, namun tidak diungkapkan ketika itu juga, mereka berpikir “kemana selama ini, kok hanya ketika mau pemilu rakyat di “Raja”kan, dan dengan segala cara menarik perhatian kita, mau disogok lagi”, Rakyat menghukum dan memberi penghargaan ketika musim pemilu.

Kita menilai alangkah sialnya Caleg itu sudah habis uang buat “serangan fajar” katanya..!!., tapi malah membuahkan hilangnya rasa simpati terhadap Caleg yang menghalalkan segala cara demi menuju “kursi Dewan”. Tidak semestinya caleg menghamburkan uangnya mengggunakan money politik, yang perlu dilakukan adalah mendapatkan perhatian rakyat melalui unjuk kinerja bagi incumbent dan menampilkan sosok pemimpin ideal bagi pendatang baru dengan membawa visi misi dan program yang dapat dirasakan rakyat manfaatnya.

Kita yakin rakyat sekarang telah cerdas dan cukup dewasa dalam berdemokrasi, dapat menilai dengan baik Caleg dan partai politik yang akan diberikan hukuman dan penghargaan darinya dibilik suara, nyatanya kita telah dapat melihat hasil pemilu versi quick count, itulah realita suara rakyat..control rakyat dalam money politik…uang diterima tapi jangan harap memilih anda..

Pemilu legislatif telah dilangsung 9 April 2009 yang lalu, ajang pemilu ini telah digunakan rakyat untuk memberikan hadiah bagi calon legislatif dan partai politik yang dinilainya telah berhasil dan membawa kemajuan bagi masyarakat, sebaliknya rakyat telah pula memberikan hukuman kepada caleg dan partai politik yang dinilainya tidak dapat membawa kemajuan bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaan pemilu legislatif ini, dari berbagai persoalan yang melanda seperti kesemrawutan Daftar Pemilih Tetap (DPT) memang yang paling siginifikan, berbagai partai politik baik dari kubu pemerintahan maupun oposisi, sama-sama mengeluhkan persoalan DPT, mereka merasa pemilihnya tidak dapat menggunakan hak pilihnya yang berakibat berkurangnya perolehan suara partai politiknya.

Adanya komplain dari kubu yang berseberangan itu boleh jadi menunjukkan kesemrawutan DPT yang bukan direkayasa, tetapi terjadi karena ketidak sempurnaan data kependudukan di Indonesia, mengutip istilah Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfudh MD, “ketidak beresan DPT itu bersifat random”, semua partai politik itu dirugikan sekaligus diuntungkan, pasalnya Ketua KPU sudah menjanjikan saat Pilpres nanti kesemrawutan itu diurai dan dibereskan, sudah semestinya KPU harus segera berbenah untuk pilpres nanti.

Boleh saja Partai politik protes dan caleg menggugat, tapi diharapkan gugatan itu memang bisa mengubah perolehan suara atau keterpilihan seseorang, tidak asal-asalan, selain demi efektifitas juga demi citra partai politik dan caleg itu sendiri, sebab sekarang rakyat mementingkan pencitraan yang baik , kalaupun ada perkara diharapkan dapat memperkaya sistem demokrasi kita.

Adanya kekecewaan-kepuasan, adanya pro-kontra, adanya gugatan atau tidak, inilah hasil pemilu kita, rakyat sudah mempertontonkan bahwa merekalah pemegang kedaulatan dengan memberikan hukuman bagi partai politik dan caleg yang dianggap tidak berpihak kepada mereka, mereka menghukum dengan tidak memilihnya dan memindahkan pilihan kepada partai dan caleg lain, dengan hukuman demokrasi ini diharapkan partai dan caleg mawas diri dengan memperbaiki kinerjanya, partai dengan calegnya juga diharapkan untuk tidak membuka kantornya hanya menjelang ada hajatan pemilu saja, tetapi selalu terbuka bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi politikinya.

Rakyat juga telah memberikan hadiah penghargaan kepada partai politik dan caleg yang lebih mempunyai harapan, penghargaan ini dapat dirasakan dengan perolehan tambahan suara, tentunya tambahan amanah hendaknya dapat dijaga dan dihormati agar kelak pemilu 2014 pemilih menghadiahi lagi sebagai “Dewan yang berhasil memenangkan pemilu”, inilah kekuatan demokrasi yang rakyatlah memberikan Hukuman-penghargaan.

Selain menunjukkan kekuatan Hukuman-penghargaan, rakyat juga suka mencoba-coba, sebab mereka merasakan partai yang sudah ada tidak bisa melayani aspirasi politiknya, mereka menghukum semua pemain lama (partai peserta pemilu 2004) dengan memilih partai yang baru muncul pada pemilu legislatif 2009 ini, Pilihan sikap coba-coba ini menjadi penting, karena mesin demokrasi mendapat partai alternatif, agar rakyat tidak hanya terpaku pada partai politik yang sudah ada.

Kenyataan pemilu legislatif 2009 ini menunjukkan semakin dewasanya rakyat dalam berdemokrasi, mereka telah cerdas dalam memilih partai dan caleg yang dinilainya mampu membawa kebaikan dan kemajuan dimasa mendatang, semoga partai politik dan caleg tidak menyia-nyiakan amanah rakyat ini, karena mereka akan kembali menilai kinerja pemimpinnya melalui pemilu..

Pemilu legislatif yang jatuh pada kamis ini 9 April 2009 terancam dengan peningkatan Golongan putih (golput), pasalnya ada banyak hal yang memicu peningkatan golput ini dibanding pada pemilu tahun – tahun lalu.

Peningkatan golput ini sangat buruk bagi perkembangan kehidupan demokrasi di Negara tercinta ini, karena berkurangnya pemilih yang ikut menggunakan hak pilihnya akan berpengaruh terhadap perolehan suara calon legislatif yang juga berpengaruh pada perolehan suara partai politik.

Ancaman peningkatan golput ini dipicu oleh beberapa hal yang mengkondisi di masa sekarang, hal tersebut adalah ;

1.      Buruknya kinerja Legislator.

Buruknya kinerja lembaga legislatif telah memicu para pemilih enggan untuk menggunakan hak pilihnya, karena kondisi yang tidak kunjung membaik sehingga pemilih berpikiran “dengan memilih cuma akan menjadikan orang lain mendapatkan pekerjaan dengan penghidupan yang layak” tanpa memikirkan bagaimana mencari solusi atas permasalahan yang mengkondisi demi kehidupan masyarakat yang lebih baik.

2.   Menurunnya tingkat kepercayaan pemilih.

Menurunnya tingkat kepercayaan pemilih terhadap badan legislatif yang dipicu kasus-kasus yang merusak citra legislator itu sendiri, kasus korupsi yang melilitnya dan tingkat kepedulian wakil rakyat ketika sidang banyak yang tidur, “bagaimana mau mencari solusi masalah rakyat, kalau wakilnya sering tidur waktu sidang”, mengutip lagu Iwan fals “Wakil rakyat seharusnya merakyat, jangan tidur waktu sidang soal rakyat”.

3.   Tidak Validnya DPT.

Ketidak validan DPT juga ikut menyumbang peningkatan golput di pemilu 2009, masih adanya pemilih yang tidak terdaftar sehingga tidak mendapatkan surat undangan untuk memilih pada 9 April 2009 nanti, memang masalah data di Negara kita merupakan masalah yang paling sulit diselesaikan, so, yang terpikir oleh kita adalah akan sangat rugi bagi sang caleg atau partai politik yang kebetulan massa pendukungnya tidak  terdaftar pada DPT atau tidak dapat menggunakan hak pilihnya, sehingga perolehan suaranya akan berkurang.

4.   Adanya pemilih yang belum tahu tatacara memilih.

Seberapa suksesnya sosialisasi tata cara memilih yang dilakukan selama ini, karena ini juga akan memicu peningkatan angka golput, pasalnya pemilih yang belum tahu akan enggan datang ke TPS karena malu karena ketidak tahuannya, “untuk apa datang ke TPS, nanti cara memilih saya juga dianggap tidak sah”, belum lagi seberapa banyak angka buta aksara kita.

5.   Hari pemilu berdekatan dengan hari libur.

Pemilu legislatif tahun 2009 ini jatuh pada hari kamis 9 April 2009 ditetapkan sebagai hari libur nasional, sedangkan pada Jum’at 10 April 2009 merupakan hari libur nasional (peringatan wafatnya Yesus), sabtu dan minggu juga libur,so kemungkinan banyaknya pemilih yang golput juga dipicu dari penetapan hari pelaksanaan pemilu ini yang memberi peluang liburan yang cukup panjang bagi para pekerja, sehingga mereka dapat menikmati liburan sampai minggu sore untuk kembali masuk kerja pada seninnya.

Dari beberapa pemicu meningkatnya angka golput  ini akan sangat merugikan keberlangsungan kehidupan demokrasi di Negara kita terutama bagi Caleg dan Partai politik yang massanya menjadi golput, solusinya, Pertama, dari pemicu angka golput ini dapat dicarikan solusi yang tepat dengan mengajak Media Massa dan Pemerintah daerah untuk ikut menghimbau dan mengajak masyarakatnya untuk ikut mensukseskan pemilu 2009 ini dengan menggunakan hak pilihnya, karena suara anda menentukan masa depan, Kedua, seberapa jauh Caleg dan Partai politik dapat meyakinkan massanya agar ikut pemilu dengan mencontrengnya pada masa kampanye lalu, Ketiga, seberapa banyak pemilih yang merasa harus ikut memilih (No-golput) karena harus mendukung Caleg dan Partai politik pavoritenya sebagai Reward, sebaliknya tidak memilih caleg dan partai politik dengan menolak mencontrengnya sebagai Funishments.

Tentang pemilih dengan Rewards and Funishmentnya akan diposting mendatang..anda punya pendapat lain seputar golput ini?..silahkan komentar anda disini…

Pola pikir seorang Pemimpin tidaklah sama dengan pola pikir orang pada umumnya, pasalnya pemimpin mempunyai pola pikir yang beda dalam mendapatkan dukungan dan kerjasama dari orang lain guna mencapai keberhasilan tingkat tinggi, untuk mencapainya diperlukan Kemampuan memimpin.

Kemampuan memimpin ini erat kaitannya dengan membuat orang lain mau mengerjakan pekerjaan yang diinginkannya, artinya mendapatkan dukungan dari bawahannya dengan tidak menganggapnya bawahan tapi rekan kerja dalam menuju kesuksesan sebagai SANG PEMIMPIN.

Pada posting ini kita akan mengungkapkan POLA PIKIR KHUSUS yang diterapkan Pemimpin, pola khusus ini menyebabkan orang lain mau mengerjakan hal-hal untuk kita dikantor, dilingkungan, dirumah kita bahkan dimanapun kita berada.

Seperti apa pola pikir itu? tenang, kita sampaikan dengan sangat gamblang, agar kita semua dapat mempraktekkannya dalam kehidupan kita sehari-hari, pola pikir itu sebagai berikut ;

1. Mempelajari orang yang akan dipengaruhi.

Untuk apa mempelajari orang yang akan dipengaruhi? tentu saja untuk mengetahui apa yang diinginkannya, karena dari keinginan mereka merupakan keinginan kita. banyak Politisi kalah dalam pemilu karena lalai memandang diri mereka melalui pikiran sipemilih, ada politisi yang kalah dengan perbedaan perolehan suara yang sangat mencolok, mengapa hal ini terjadi? hanya satu alasan, karena politisi itu menggunakan kata-kata yang hanya dimengerti oleh sedikit sipemilih, sebaliknya, lawannya berpikir sesuai dengan kepentingan sipemilih, ketika berbicara dengan petani, ia menggunakan bahasa petani, ketika berbicara dengan buruh, ia berbicara dengan bahasa buruh, ingatlah “Masuk kandang harimau-mengaumlah, masuk kandang kucing-mengeonglah”.

2. Selalu menilai sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Tidak seorangpun didunia ini yang peduli terhadap keinginan orang lain, dia lebih peduli dengan keinginannya daripada bencana besar yang telah menimpa dunia, “mereka lebih peduli dengan sakit giginya daripada krisis ekonomi yang melanda dunia”. So, bila berurusan dengan manusia, maka berpikirlah dari sudut pandang orang itu, apa keuntungan baginya agar mau berbuat, maka disitulah terletak keinginan kita, lakukan itu dengan cara yang paling “manusiawi”.

3. Perlakukan dengan lemah-lembut.

Siapapun yang akan kita pengaruhi, maka perlakukan mereka dengan lemah lembut, lemah-lembut merupakan inti dari kewibawaan, dengan lemah-lembut akan mendapatkan kerjasama dari mereka dalam mengerjakan hal-hal yang kita inginkan dari mereka.

4. Selalu berbicara benar.

Selalulah berkata benar, tidak ada dusta yang terucap, maka orang-orang akan memberikan penghargaan sebagai “orang yang dapat dipercaya” dari penghargaan ini, mereka mengatakan andalah orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan ini. seperti inilah yang cocok untuk memimpin.

5. Meluangkan waktu untuk menilai diri sendiri.

Formula para pemimpin ini adalah mengevaluasi apa yang telah dilakukan, apa yang kurang menarik minat, mendorong motivasi, bagaimana selanjutnya, hal ini dilakukan dengan menyendiri, merenung dan berbicaralah pada diri sendiri, “berdialog dengan diri sendiri akan menghasilkan peningkatan motivasi untuk maju”. berpikir maju, percaya akan kemajuan dan mendesak untuk maju, yang penting bukanlah dimana anda berada dahulu atau sekarang, melainkan kemana anda ingin tiba.

Inilah misteri kepemimpinan, siapa saja yang dapat menerapkannya, maka ia akan memimpin dan menonjolkan diri dari orang-orang sekitarnya, bukan oleh dirinya, tetapi diminta dengan sendirinya oleh orang sekitar anda.

Bagaimana anda siap menerapkannya?….atau sudah menerapkannya?..

Jangan Pernah Berubah, itulah lagu band ternama Indonesia, ST12, jangan pernah berubah itulah pesan untuk para Calon Legislatif yang akan dicontreng pada pemilu 9 April 2009 nanti, bila telah mendapatkan mandat dari pemilih jangan pernah berubah, perjuangkan janji-janji politikmu yang pro-rakyat, wujudkan dalam kebijakan yang dilegislasi..kami menantikan aksi politikmu…JANGAN PERNAH BERUBAH..

Lagu ini juga Special buat para pengunjung myblog, diakhir minggu ini, kita mengajak rileks N santai sejenak…melepaskan beban kerja seminggu ini, Video band ST12-Jangan Pernah berubah, sengaja dipilih untuk mybest friend NOVEL diRokan Riau..met weekend… semoga kita dapat memilih Caleg kita pada 9 April 2009, pesan buat para Caleg, bila terpilih nanti,  “Jangan Pernah Berubah” selalu pro-rakyat…

Menjadi Pemimpin merupakan posisi yang paling didambakan setiap orang. Pemimpin sering kali melibatkan pengubahan sikap dan tingkah laku bawahan, karena itu biasakan diri anda dengan kebiasaan sang pemimpin, So, ketika anda memimpin anda tidak lagi canggung dan berubah sikap hanya ketika memimpin.

Kebiasaan sang pemimpin bermanfaat bagi siapapun, walaupun anda belum memiliki bawahan, namun paling tidak andalah pemimpin diri sendiri, jadi apa salahnya membiasakan diri dengan kebiasaan sang pemimpin.

Apa saja yang menjadi kebiasaan sang pemimpin ? sederhana saja, hal yang mudah dilakukan, namun sangat jarang diantara kita yang bersedia melaksanakannya. Kebiasaan itu sebagai berikut ;

  • Menyapa dengan sapaan yang ramah.

Akrabkan hubungan anda dengan teman sejawat, sapalah dengan ramah akan membuat suasana menjadi hangat, cara ini membuahkan persahabatan, sebutlah namanya, karena nama merupakan “irama” yang terindah dalam bahasa apapun bagi orang tersebut.

  • Tersenyumlah.

Orang yang tersenyum mampu meredakan ketegangan, dengan senyum dapat mencairkan     suasana yang beku, karena ekpresi yang terpantul dari seraut wajah lebih penting daripada pakaian yang kenakannya. “senyum itu ibadah”.

  • Berilah penghargaan dengan tulus.

Penghargaan yang tulus akan membangkitkan motivasi dan kerjasama yang baik, sebab penghargaan yang tulus merupakan rahasia berurusan dengan manusia.

  • Kalau melakukan kesalahan, akuilah dengan simpatik.

Tidak ada orang yang selalu benar dalam bertindak, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, ketika anda tahu itu kesalahan-akuilah, katakan “saya telah melakukan kesalahan dan akan segera saya perbaiki, dimasa mendatang tidak akan terulangi”. Buatlah kesalahan yang terjadi itu mudah untuk diperbaiki.

  • Selalu menilai sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Tidak seorangpun didunia ini yang peduli terhadap keinginan orang lain, dia lebih peduli dengan keinginannya daripada bencana besar yang telah menimpa dunia, “mereka lebih peduli dengan sakit giginya daripada krisis ekonomi yang melanda dunia”. So, bila berurusan dengan manusia, maka berpikirlah dari sudut pandang orang itu, apa keuntungan baginya agar mau berbuat, maka disitulah terletak keinginan kita.

  • Menilai diri sendiri.

Kebiasaan para pemimpin adalah mengevaluasi apa yang telah dilakukan, apa yang kurang menarik minat, mendorong motivasi, bagaimana selanjutnya, hal ini dilakukan dengan menyendiri, merenung dan berbicaralah pada diri sendiri, “berdialog dengan diri sendiri akan menghasilkan peningkatan motivasi untuk maju”.

  • Biasakan berbicara benar.

Membiasakan diri berkata benar, tidak ada dusta yang terucap, maka orang-orang akan memberikan penghargaan sebagai “orang yang dapat dipercaya”, alangkah bahagianya mempunyai teman, sahabat yang dapat dipercaya, perkataannya tak perlu diragukan kebenarannya. Kepercayaan merupakan modal besar dalam kehidupan, sebagai politikus, public relation atau apapun profesi anda.

Dari kebiasaan ini akan terbentuk karakter yang mampu berinteraksi dengan baik dalam pergaulan dan akan disambut dengan hangat dimanapun anda berada, apapun profesi anda, lihatlah betapa mereka merindukan kehadiran anda. anda akan tercengang melihat betapa semua itu menghangatkan persahabatan yang akan muncul…

Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda membiasakannya?…